Keenam Terdakwa Pengeroyokan Nelayan Limbah CPO Dituntut Ringan oleh JPU

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandar Lampung – Keenam terdakwa kasus penganiayaan terhadap seorang nelayan pembersih kapal limbah CPO dituntut ringan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, pada Jumat (9/10).

Keenam terdakwa warga Kampung Telukjaya, Panjang, Bandar Lampung itu yakni: Momon Santoso, Achmad Setiawan alias Mad, Joko Santoso, Ferry alias Metal, Yudi Sutrisno alias Buang dan Maman.

Bacaan Lainnya

JPU Kejati Lampung Ponco Santoso menjelaskan bahwa, keenam terdakwa itu pun telah bersalah melakukan penganiayaan. Dan diancam pidana dalam dakwaan Alternatif Pertama kami, melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhi pidana penjara delapan bulan terhadap keenam terdakwa,” katanya, Jumat (9/10).

“Dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” kata dia.

Menurut jaksa, ada beberapa pertimbangan yang meringankan para terdakwa yakni menyesali perbuatannya, belum pernah dihukum dan merupakan tulang punggung keluarga.

“Namun yang memberatkan¬†perbuatan terdakwa sewenang-wenang terhadap orang lain pun merugikan kesehatan orang lain,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, karena hal sepele, enam nelayan asal Panjang. Harus menyicip panasnya kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung. Lantaran menganiaya seorang nelayan lainnya. Saat hendak berebut pekerjaan. Membersihkan kapal pengangkut minyak CPO.

Laporan : Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *