JPU Tolak Justice Collaborator, Hendra Wijaya Saleh Dituntut Dua Tahun Penjara

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandarlampung- suap fee proyek Dinas Perdagangan Lampung Utara, Hendra Wijaya Saleh dituntut dua tahun enam bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Kamis (6/2).

Hendra Wijaya Saleh dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dua tahun enam bulan penjara ia terbukti secara sah atas dukungan tindak pidana korupsi.

Bacaan Lainnya

Sama seperti Chandra Safari, Hendra hanya bisa mendengar, terdiam sambil menundukan kepalanya mendengarkan JPU membaca tuntutan untuknya.

Ikhsan Fernandi mengatakan terdakwa Hendra wijaya terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan diatur dalam pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana di dalam dakwaan pertama.

“Dengan itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum Hendra Wijaya Saleh, dengan dua tahun enam bulan penjara denda Rp 200 juta dengan subsider enam bulan,”ungkap Iksan.

Tuntutan tersebut, kata JPU berdasarkan pertimbangan yang meringankan bahwasannya terdakwa sopan dalam persidangan, selalu bersifat kooperatif dan ia mengakui tindakannya, dan terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga. Sementara yang bersifat memberatkan adalah tindakan terdakwa tidak mendukung kinerja pemerintah dalam memberantas korupsi.

Akan tetapi, JPU Taufiq Ibnugroho menolak JC dari Hendra Wijaya Saleh lantaran tidak memenuhi persyaratan.

Sementara itu Penasehat Hukum Hendra, Azwir Ade Putra mengatakan tidak mempermasalahkan JC kliennya tidak diterima.

Reporter : Ovi Yani Riska

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *