Jaksa Nyatakan Berkas Perkara Tersangka Momon Cs Sudah P21

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandar Lampung – Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, menyatakan bahwa berkas perkara pengeroyokan atasnama tersangka Momon Cs, telah dinyatakan lengkap atau P21.

Hal tersebut disampaikan salah satu tim JPU, Ponco Santoso, pada senin (29/6). “Ya. Berkasnya sudah P21,” tegas Ponco.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, Ponco mengungkapkan pihak Kejaksaan saat ini masih menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap dua). “Kita sedang tunggu pelimpahan tahap 2-nya,” ujarnya.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Lampung, tersangka Momon Cs tidak dilakukan penahanan.

Disinggung terkait apakah nantinya setelah dilakukan pelimpahan tahap dua tersebut, pihak kejaksaan akan melakukan penahanan?, Ponco belum bisa memastikannya. “Kita lihat nanti ya. Kalau perlu ditahan, kita tahan,” tegasnya.

Untuk diketahui, Angga Saputra (22) warga Panjang, Bandar Lampung, menjadi korban pengeroyokan oleh tersangka Momon bersama ketujuh anak buahnya saat pulang bekerja mengambil limbah CPO (Crude Palm Oil) di sekitaran Pulau Tangkil, Pesawaran pada (24/1/2020) lalu.

Penganiayaan tersebut bermula saat korban bersama rekannya menerima pekerjaan untuk mengambil limbah CPO di perairan Pesawaran.

“Saya bersama rekan saya ada 11 orang yang kerja, malam pas kerja ada juga di sebelah rombongan Momon (terlapor), pas selesai paginya saya pulang dikejar sama M dan di berhentiin,” kata Angga.

Setelah diberhentikan oleh tersangka, korban langsung mendapat tindakan kekerasan hingga berujung pengeroyokan dari tersangka Momon dan anak buahnya sembari mengklaim jika limbah CPO tersebut merupakan hak terlapor.

“Lalu saya dibawa ke pangkalannya, di sana saya dipukuli lagi, saya berusaha lari tapi gak bisa. Sampai saya minta maaf dan minta tolong baru saya pulang,” jelas korban.

Atas kasus ini, Angga Saputra pun dimintai keterangan oleh penyidik Paminal Profesi Pengamanan (Propam) Polda Lampung. Di mana, pemeriksaan itu dilakukan Propam lantaran adanya keluhan dari korban terhadap kinerja penyidik Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Kepolisian Perairan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, saat dikonfirmasi membenarkannya. “Ya benar, ada korban penganiayaan dimintai keterangannya oleh Bidpropam. Masih diperiksa untuk didalami audit penyidikannya,” pungkasnya.

Laporan : Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *