Jadi Tersangka Penganiayaan, Momon Dan Kawan – Kawan Tidak Kunjung Ditahan

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co,Bandarlampung – Meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan di perairan Teluk Betung, Momon dan kawan-kawan yang merupakan warga Panjang belum juga ditahan oleh pihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

Beberapa saksi kejadian pun menjadi was-was lantaran kerap kali mendapat ancaman dari orang tidak dikenal yang diduga suruhan Momon.

“Kami selalu mendatangi kantor hampir setiap minggu selama tiga bulan tidak ada kejelasan hingga bulan April ditetapkan sebagai tersangka namun tidak ditahan. Sampai adik saya dan saksi ketakutan hingga tidak lagi tinggal di rumah karna ada orang tidak dikenal mendatangi rumah dan kerap mendapat ancaman melalui telpon oleh Momon maupun keluarganya.”Jelasnya.

Kasubdit Gakum polairud polda lampung dianggap lambat dalam menangani kasus ini.

“Ya kami merasa sangat heran dalam menangani kasus keluarga kami padahal dalam kejadian ini kami sudah melapor dari bulan Januari 2020, namun hingga saat ini Momon Cs tidak kunjung ditahan walaupun sudah ditetapkan menjadi tersangka,” Ucap Keluarga Angga

Pihak keluarga berharap para pelaku dapat segera di tahan. Karena memunculkan ketakutan bagi para korban dan saksi.

“Kami sudah menghadap ke kasubdit Gakkum polairud polda lampung AKBP Ferizal untuk menanyakan hal tersebut. Tapi ia mengatakan apabila terjadi lagi kami disuruh membuat laporan baru,” Ucap Keluarga angga Kamis (2/4).

Saat di datangi ke kantor polairud polda Lampung kasubdit Ferizal mengatakan alasan pihaknya tidak menahan Momon Cs yang diduga pelaku penganiayaan, lantaran ada hak penyidik yang sudah di atur oleh hukum dan undang-undang.

Namun, pihak keluarga sangat menyayangkan jawaban dari Ferizal karna dilihat adanya keberpihakan terhadap pelaku. Karena tidak ada jaminan keselamatan untuk korban dan saksi.

Dilain sisi, saat berbincang oleh pihak keluarga Ferizal sempat mengatakan ini adalah pertarungan antar gajah, dan semut yang menjadi korban.

“Hingga saat ini kami keluarga korban tidak faham apa arti dari ucapan Ferizal itu,”Tandasnya.

Laporan : Oviyani riska

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *