Divonis Mejelis Hakim Bebas, Terdakwa Korupsi Land Clearing Bandara Raden Inten II Bersyukur

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandar Lampung-Sulaiman terdakwa dugaan korupsi Land Clearing Bandara Radin Inten II Lampung, dijatuhi vonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, pada Kamis (30/4).

Diketahui pada persidangan sebelumnya Jaksa meminta hakim untuk menghukum Sulaiman dengan hukuman pidana penjara selama 6 Tahun 6 Bulan dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp 300 juta subsidair hukuman penjara selama 6 Bulan.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi, dalam persidangan kali ini Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Ketua Syamsudin menyatakan bahwa terdakwa Sulaiman tidak bersalah serta membebaskan Sulaiman dari jeratan Pasal yang didakwakan dan mengembalikan Nama baiknya.

“Terdakwa tidak terbukti secara sah dalam melakukan tindak pidana korupsi dan membebaskan Sulaiman dari segala dakwaan dan memerintahkan terdakwa Sulaiman keluar dari tahanan kota,” ujar Syamsudin saat membacakan amar putusan, pada Kamis (30/4).

Mendengar amar putusan dari Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan untuk pikir-pikir “Kami akan berpikir-pikir dulu selama satu minggu, sebelum mengambil keputusan untuk melakukan banding,” kata JPU Zahri Kurniawan.

Penasihat hukum terdakwa, Handoko, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas putusan tersebut.”Dimana majelis hakim memutuskan membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan JPU, tentunya kami apresiasi. Dari awal kami menghormati proses hukum yang sudah berjalan hampir tiga tahun hingga muara ke pengadilan ini,” kata Handoko.

Handoko menuturkan, pertimbangan majelis hakim untuk membebaskan Sulaiman dari segala dakwan pertama bahwa penerimaan uang yang dituduhkan kepada terdakwa bukan hasil dari tindak pidana korupsi.

“Seperti yang telah kita dengarkan bersama-sama, majelis masih mempertimbangkan bahwa itu bukan perbuatan melawan hukum, karena kami bisa membuktikan bahwa uang itu adalah pembayaran kewajiban utang,” tuturnya.

Ahmad Handoko mengatakan sangat menghargai keputusan majelis hakim. Putusan itu, menurutnya, sudah sesuai dengan pernyataan pembelaannya yang dibacakan kepada majelis hakim bahwa kliennya tidak bersalah.

“Kami sangat berterima kasih atas putusan ini. Majelis hakim telah mengabulkan permintaan kami melalui pembelaan bahwa klien kami tidak bersalah,” katanya.

Dalam rentetan kasus ini sebelumnya sudah ada dua tersangka yakni mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Albar Hasan Tanjung dan rekanan Direktur PT Daksina Persada Budi Rahmadi sudah dijatuhi vonis dalam sidang tiga tahun silam.

Kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi proyek land clearing Bandara Radin Inten II Lampung pada tahun 2012 dengan nilai anggaran Rp8,7 miliar, dan merugikan keuangan negara senilai Rp4,5 miliar.

Proyek land clearing ini, adalah program pemerintah untuk memperluas runway atau landasan pacu pesawat sebagai salah satu syarat Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional.

Laporan :
Okta Fitriani
Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *