Diduga Tidak Mengikuti RAB, SDN 1 Jabung Bongkar Ulang Pembangunan Rehabilitasi Gedung Sekolah.

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Lampung Timur- Tender Proyek rehabilitasi pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Jabung Lampung Timur (Lamtim) bongkar ulang pembangunan rehabilitasi karena diduga tidak mengikuti acuan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Bacaan Lainnya

Pasalnya, pengerjaan rehabilitasi yang berlangsung tersebut tidak adanya komunikasi yang terjalin antara pihak sekolah dan tender yang mengerjakan pembangunan tersebut.

Menurut pantauan media Kabarnusantara.co, kejadian tersebut berawal ketika SDN 1 Jabung terpilih menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan rehabilitasi pemeliharaan gedung.

Ketika itu, Ibrahim selaku Kepala Sekolah SDN 1 Jabung tidak mengetahui jika sekolahnya terpilih dan sudah menjalani proses rehabilitasi oleh tender terpilih.

“Awalnya saya tidak tahu jika ada rehabilitasi, dan saya langsung bertanya kepada tukang dan jawabannya bilang jika sekolah ini dapat rehabilitasi yang sudah di fasilitasi oleh pemerintah,” ujar Ibrahim.

Ketika dirinya bertanya perihal RAB atau gambar acuan kepada Komang yang merupakan konsultan pengawas pekerjaan tersebut, dirinya menjawab jika tidak bisa memberikan acuan gambar ke sembarang orang dan gambar tersebut hanya dapat Komang koordinasikan ke pihak Dinas.

“Ya itu pak, kalau RAB itu kan dipegang oleh Dinas sama kontraktor, tetapi saya tetap punya gambar acuan. Saya ini kan hanya kepanjangan tangan yang di fungsikan untuk mengawal,” ucap Komang, di Ruang Kepala Sekolah , pada Selasa (12/10).

“Jadi saya selaku kepala sekolah tidak boleh tau perihal gambar acuan tersebut?,” tanya Ibrahim.

Konsultan pengawas pun mempertegas bahwa dirinya tidak boleh memberi gambar acuan oleh atasan selain dinas dan kontraktor.

Selain itu, kepala komite SDN 1 Jabung M. Soleh juga mengatakan jika awalnya dirinya tidak megetahui jika ada rehabilitasi sekolah yang diadakan oleh Dinas Pendidikan.

“Ya saya tidak tahu, pas lewat sekolah kok ada perubahan atap jadi saya penasaran dan mampir tanya tukang dan benar ada rehab,” ujar M. Soleh.

M. Soleh juga mengungkapkan bahwa proses rehabilitasi sekolah tersebut menggunakan kayu bekas “Ketika saya lihat-lihat dan bertanya kepada salah satu tukang kenapa pakai kayu bekas, dan tukang menjawab memang itu perintah dari pemborong,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya merasa curiga karena pihak sekolah bahkan Ibrahim selaku Kepala Sekolah SDN 1 Jabung tidak mengetahui adanya rehabilitasi sekolah.

“Saya tanya gambar ke kepala tukang, jawabnya tidak ada gambar saya tanya ke pak Kepsek tidak tahu juga yang tahu hanya penjaga sekolah saja, kalau mereka (pihak tender) mau ada kerjaan di sekolahan,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut Ibrahim selaku Kepala Sekolah berharap agar diturunkannya pihak yang dapat berkoordinasi dengannya, pasalnya banyak kejanggalan atas rehabilitasi dan banyak material yang digunakan tidak sesuai standart yang dapat membahayakan siswanya.

Selain itu, Irwansyahroni Ketua LSM Bidik Lampung Timur dan Usman DPC PWRI Lampung timur akan segera laporkan kejadian ini ke penegak hukum, dan akan turut memantau pembangunan pemeliharaan sekolah.

Laporan : Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *