Diduga Tidak Berizin, Penambangan Pasir di Desa Adi Luhur Lamtim Ganggu Aktivitas Warga

  • Whatsapp

KABARNUSANTARA.CO, Lampung Timur – Sudah hampir berbulan-bulan penambangan pasir yang berada di Desa Adi Luhur, Kec. Jabung, Kab. Lampung Timur (Lamtim) beroperasi. Aktivitas penambangan yang menggunakan mesin penyedot ini pun diduga ilegal dan tak mempunyai izin.

Sayangnya, pemerintah setempat dan aparat penegak hukum terkesan membisu. Pun patut diduga kegiatan penambangan ilegal ini adanya kerjasama antara ketiganya: penambang pasir, pemerintah setempat dan aparat penegak hukum. Untuk meraup keuntungan pribadi.

Bacaan Lainnya

Seakan-akan mereka tak memperdulikan ekosistem alam yang ada di Bumei Tuah Pepadan itu. Diperparah lagi kondisi bekas penambangan pasir itu pun terlihat telah menjadi rawa. Padahal pengelola tambang mengatakan bekas penambangan akan dijadikan sawah.

Tentunya kegiatan penambangan ilegal ini dikeluhkan warga sekitar. Dikarenakan memang aktivitas-aktivitas itu sangat menganggu. “Di desa kami ini banyak sekali tempat tambang pasir. Ada di beberapa titik. Apalagi ada 12 mesin (tambang) yang beroperasi. Kami herannya kok kegiatannya pun lancar-lancar saja,” kata salah satu sumber yang namanya enggan disebutkan.

Sementara itu, wartawan media ini pun mendatangi lokasi tempat penambangan pasir tersebut. Terlihat sejumlah pekerja di lokasi menjelaskan apabila bekas penambangan ini pun akan dijadikan area pesawahan.

“Ya kami bekerja disini sudah lama. Yang bekerja ada sembilan orang. Menggali juga kami enggak terlalu dalam. Hanya sekitar 1,5 meter saja,” kata Gino selaku pekerja disana, Minggu (9/5/2021).

Hal yang sama pun dikatakan oleh Sugimin selaku pekerja lainnya. Bahwa dirinya menjelaskan apabila aktivitas penambangan ini kurang lebih sudah berjalan selama tujuh bulan. Menurut dirinya, apabila pemilik salah satu oknum pejabat setempat berinisial ED. Bahkan katanya, ED sendiri sering ke lokasi galian.

“Lahan tempat penambangan ini milik PS selalu orang dari Jakarta,” katanya.

Terpisah, wartawan ini pun mencoba untuk menanyakan perihal penambangan ilegal ini ke kepala desa setempat bernama Agus. Dirinya menjelaskan akan siap dimintai keterangannya.

“Kalau untuk dimintai keterangan hari ini saya belum siap. Jadi besok saja ketika jam kerja,” ujarnya.

Lagi-lagi wartawan media ini pun kembali mengkonfirmasi dan menanyakan kepada pemilik tambang: ED selaku pejabat setempat. Ketika disambangi ke kediamannya ED tak ada ditempat. Namun ketika dihubungi melalui telpon seluler dirinya menjelaskan untuk mengkonfirmasi besok saja. “Besok saja ketika di jam kerja,” ungkap dia

Laporan: Tim Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *