Diduga Adanya Indikasi Pemalsuan Identitas Pendiri, Petinggi YPS saat Ini Dilaporkan ke Polda Lampung

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandar Lampung- Diduga memasukkan keterangan palsu ke dalam akta yayasan saburai, salah satu petinggi yayasan diadukan ke Polda Lampung. Hal itu tertera dalam surat sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B-1690/XI/2019/SPKT tertanggal 06 November 2019.

Hertanto Roestyono salah satu pelapor yang merupakan ahli waris Pendiri YPS mengatakan, dirinya melaporkan keberadaan akta tsb (akta YPS No. 1 th 2002) dikarenakan diduga telah memalsukan informasi mengenai sejarah yayasan pendidikan saburai.

Bacaan Lainnya

“Kita ketahui ada beberapa kelompok orang yang mengaku sebagai pendiri yayasan. Yang dimana ini sudah jelas sebagaimana telah tercantum dalam Akta No. 1 Tahun 2002, dan ini dapat dipastikan sebagai tindakan melawan hukum,” ujar Hertanto, Minggu (1/3).

Dirinya menambahkan, saat ini para pendiri yayasan yang didukung oleh para ahli waris telah mengajukan gugatan pidana tentang adanya indikasi atau dugaan pemalsuan identitas yang mengaku sebagai pendiri atau pengurus yayasan pendidikan saburai yg tdk sesuai dg akta pendirian yg pertama kali yakni akta No.18, tertanggal 20 Desember 1977.

“Yang dimana dilakukan oleh empat orang berdasarkan kuasa sebagaimana tercantum dalam petikan aktanya yang berbunyi Berita Acara Rapat Pengurus Yayasan Pendidikan Saburai dibawah tangan no 35/YPS/VIII/2002, tertanggal 28 Agustus 2002 bermaterai dan dilekatkan pada minita akta ini dengan demikian bertindak untuk dan atas nama yang saat ini menjadi ketua pembina yayasan pendidikan saburai. Termasuk, adanya informasi yang ditampilkan beberapa kali penulisan di website kampus Universitas Saburai, menjelaskan yayasan pendidikan saburai berdiri pada tanggal 7 Januari 1984,” tuturnya.

Atas hal dasar itu dirinya pun menjelaskan bahwa informasi itu tidak benar karena tidak sesuai dengan akta pendirian yayasan pendidikan saburai, melalui website tersebut diatas jg merupakan salah satu pokok materi gugatan hukum.

“Yang juga akan diajukan kepada pihak yang berwajib oleh pendiri yang didukung para ahli waris pendiri sesuai akta No. 18 tertanggal 20 Desember 1977,” ungkapnya.

Menurutnya lagi, bahwa para pendiri yayasan pendidikan saburai tersebut berjumlah 7 orang sesuai akta tersebut. “Untuk itulah kami melakukan pelaporan, ini kami duga juga ada pemalsuan akta pendiri. Dari itu, kami berharap agar pihak kepolisian segera cepat menindak kasus yang coba membohongi publik ini,” harapnya.

Sementara itu, terkait dengan laporan ini Ketua Pembina YPS Subki ElyasHarun pun belum bisa dimintai keterangan. Dikarenakan saat ditelpon tak di respon.

Laporan: Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *