Daftar Nama Wakil Menteri Jokowi yang Merangkap Jabatan sebagai Komisaris BUMN

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Jakarta – Posisi Wakil Menteri yang merangkap menjadi komisaris disorot oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam sidang gugatan penghapusan posisi Wakil Menteri Hakim Konstitusi dibuat kebingungan oleh rangkap jabatan ini.

Kebingungan Wakil Menteri rangkap jabatan komisaris ini diutarakan hakim konstitusi Saldi Isra dan Suhartoyo beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Kira-kira apa yang membenarkan atau dasar hukum apa yang membenarkan Wakil Menteri itu bisa jadi komisaris? Nah, ini kan bisa terbalik-balik ini. Lembaga yang diposisikan independen, lalu ditaruh wakil menteri di situ. Nah, tolong yang seperti ini supaya Mahkamah bisa dibantu pemerintah ya, supaya kita bisa melihat peta kebutuhan Wakil Menteri itu memang kebutuhan untuk menyelenggarakan pemerintahan atau kebutuhan-kebutuhan lain?” kata Saldi Isra dalam sidang di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (10/2).

Sidang itu digelar atas gugatan warga Petamburan, Jakarta Pusat, Bayu Segara. Bayu meminta posisi Wakil Menteri dihapus karena membuat boros APBN dan pemerintah gemuk. Pertanyaan Saldi dipertajam oleh Hakim Konstitusi Suhartoyo.

“Untuk beban kerja kementerian yang berat dipandang perlu dibantu wakil menteri ini ada korelasinya kenapa justru para wakil menteri ini kemudian diperbolehkan menjabat jabatan rangkap? Ini ada kontra produktif kan jadinya? Coba, alasannya apa?” kata Suhartoyo.

Siapa saja Wakil Menteri yang merangkap sebagai komisaris? Dalam penelusuran detikcom, Selasa (11/2). Beberapa Wakil Menteri diketahui juga menjabat sebagai komisaris tersebut ialah Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang merangkap Wakil Komisaris Utama PT PLN (Persero). Kemudian, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, merangkap sebagai Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Selanjutnya, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin yang merangkap sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Sementara itu tanggapan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga buka suara terkait posisi Wakil Menteri yg merangkap jabatan komisaris. Pihaknya menyatakan akan mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Kita hargai regulasi yang ada, sepanjang tidak menyalahkan regulasi ya silakan. Kami akan tetap jalan di regulasinya,” ujarnya di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Selasa (11/2).

Arya kemudian menuturkan, jika kemudian rangkap jabatan ini dilarang, pihaknya juga akan mengikuti ketentuan tersebut.

“Kalau ada peraturan yang berubah atau apapun itu ya kita tetap hargai dan hormati. Karena sudah berlaku lama jadi ya kita ikuti aja dan kalau peraturan melarang kita ikuti, kalau peraturannya membolehkan ya kita lakukan,” ujarnya.

Sumber : Detikcom

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *