Buat Laporan Palsu Dibegal, Sepasang Kasih Digelandang ke Kantor Polisi

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Lampung Tengah – Sepasang kekasih warga Lampung Utara ditangkap di rumahnya karena telah membuat laporan palsu di Polsek Waypengubuan, Lampung Tengah, Rabu (29/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Yakni Aning Diah (22), warga Kelurahan Kelapatujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, dan Erik Hermawan (21), warga Kecamatan Kotabumi Tengah.

Kapolsek Waypengubuan Iptu Widodo Rahayu mewakili Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma menyatakan awal mulanya sepasang sejoli ini datang ke mapolsek.

Bacaan Lainnya

“Keduanya datang ke mapolsek untuk membuat laporan menjadi korban begal, Senin (13/1) sekitar pukul 16.35 WIB. Menurut keduanya, pembegalan terjadi di Jalinsum, Kecamatan Waypengubuan,
Jumat (27/12/2019). Korban mengaku mengalami kerugian satu unit motor Honda Beat dan dua unit HP Oppo. Katanya, pelaku berjumlah dua orang mengancam dengan sajam dan senpi,” katanya.

Berdasarkan laporan ini, kata Widodo, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. “Kita lakukan penyelidikan dan melakukan olah TKP. Hasilnya di lapangan tidak ada peristiwa pembegalan sesuai laporan. Kita nyatakan keduanya memberikan keterangan bohong. Kita lakukan penangkapan keduanya di rumah masing-masing,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan keduanya setelah ditangkap, kata Widodo, membuat laporan untuk menghapus utang kredit motor.

“Alasannya untuk menghapus utang kredit motor dan berharap dapat uang dari asuransi motor,” ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka, kata Widodo, selembar STPL a.n. Aning Diah, satu kotak HP Oppo, selembar surat keterangan dari PT Mega Auto Finance, dan surat keterangan habis kontrak dari Alfamart.

“Kita juga jadikan barang bukti foto dokumentasi ketika keduanya melapor di Mapolsek Waypengubuan,” katanya.

Widodo meminta masyarakat agar jangan main-main dalam membuat laporan. “Kita ingatkan kepada warga lainnya agar tak main-main dalam membuat laporan. Apalagi laporan kebohongan seperti ini yang berdalih ingin menghapus utang dan mencari keuntungan. Ada undang-undang yang melarangnya!” tegasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Widodo, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 220 KUHP. “Kedua tersangka terancam hukuman empat tahun penjara. Mudah-mudahan ini jadi pelajaran bagi keduanya dan lainnya,” ungkapnya.

Reporter: Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *