Bantah Tudingan tentang Penelantaran Pasien, Pihak RSUDAM Akhirnya Buka Suara

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandarlampung -Tersiar kabar tentang penelantaran pasien Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeleok (RSUDAM), pihaknya membantah dan tegaskan tidak ada penelantaran pasien.

Direktur Pelayanan RSUD Abdul Moeloek
Dr. Pad Dilangga mengatakan tidak ada penelantaran terhadap pasien seperti yang disebut selasar.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada yang ditelantarkan, seperti yang disebut di selasar itu, semua sesuai SOP,” kata Pad, Selasa (11/2)

Pad mengatakan kejadian terjadi saat pasien akan ditransfer ke ruangan Nuri sesuai dengan kelasnya karena ruangan Nuri sedang full maka kami titipkan ke ruangan Bugenfill kelas tiga terlebih dahulu.

Pad mengatakan jika pasien merupakan rujukan dari RSUD Bob Bazar dengan
diagnosa, DHF ( Demam Berdarah), Gastro Enteritis Akut( Diare ), dan Hepatitis
(Infeksi Hati).

“Saat sebelum masuk di ruang perawatan pasien sempat kejang-kejang dan saat ingin di pindahkan,” ucapnya.

Dilansir dari berita sebelumnya, pihak keluarga pasien merasa tak ditangani dengan baik, sehingga pihak keluarga sempat marah-marah di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Pada Senin (10/2).

Kejadian ini pun diabadikan dalam sebuah rekaman berdurasi 6.09 menit dan beredar di media sosial Facebook dan Youtube.

Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pasien dibiarkan di selasar rumah sakit dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di trotoar rumah sakit.

Setelah beberapa lama terdengar dua orang yang berteriak histeris lantaran anaknya tak ditangani dengan baik sehingganya meninggal dunia.

“Ini meninggal di trotoar, pasien terlantar meninggal di trotoar Rumah Sakit Abdul Moeloek,” kata suara yang merekam.

Tiba-tiba terdengar suara teriakan histeris seorang perempuan yang melafazkan suara Lailahaillallah Muhammadarrasulullah.

“Nunggu satu hari, setelah itu dipindahin dititipin diruang saraf setelah itu sekarat baru dipindahin di tempat sebenarnya. Bukan disini ternyata, tapi dikuburan, kenapa harus kayak gitu, saya pakai bpjs bayar, saya itu orang miskin jadi saya pakai kelas tiga, orang gak mampu,” teriakan suara laki-laki yang belakangan diketahui ayah korban yang meninggal.

Pasien tersebut bernama M Rezki Meidiansori (20) warga Pasar Senen Baru Palas Lampung Selatan. Dab mengetahui pasien hasil dari rujukan rumah sakit lain ke RSUDAM pada Minggu 9 Februari 2020.

Sementara itu Humas RSUDAM, Ratna Dewi sata dikonfirmasi belum berkomentar banyak.

“Sebentar ya masih rapat, nanti dijelaskan,” tandasnya.

Reporter : CW Ilyas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *