Ada Sanksi Bagi ASN Nekat Mudik Saat Corona

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co,Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo telah resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Keluar Daerah atau Mudik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid19 atau Virus Corona.

Bacaan Lainnya

“Untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran, serta mengurangi resiko Covid-19 yang disebabkan oleh mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Indonesia, agar Aparatur Sipil Negara dan keluarganya tidak melakukan kegiatan berpergian ke luar daerah dan atau kegiatan mudik lainnya selama masa berlakunya status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona,” bunyi poin dua dari surat edaran tersebut No. 36 tahun 2020, dikutip Selasa, 31 Maret 2020.

Selanjutnya dalam poin ketiga surat edaran tersebut menjelaskan, bahwa para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di kementerian dan lembaga baik pusat dan daerah, diminta untuk memastikan dan mengawasi para ASN untuk tak mudik. Hal ini dengan memerhatikan ketentuan perundang-undangan yang mengatur tentang disiplin pegawai.

Sementara itu, hukuman terberat bagi ASN yang melanggar aturan, berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun, dimutasi saat pangkat diturunkan, ataupun pembebasan dari jabatan. Bahkan sanksi paling berat bisa diberhentikan baik secara hormat dan tidak hormat.

Andi mengatakan, aturan ini dibuat agar dipatuhi seluruh ASN guna mendukung program pemerintah dalam menekan seminimal mungkin penyebaran virus corona.

“Sehingga dengan adanya surat edaran Menteri PANRB untuk pembatasan bepergian ke daerah bagi ASN di tengah epidemi corona ini dapat membantu mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” tuturnya.

Sumber : Tempo.com

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *